Thursday, April 18, 2013

Tren pelemahan harga emas

Tren pelemahan harga emas tentu akan berimbas pada kinerja perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan. Lantas apa yang dilakukan produsen emas untuk menekan dampak dari anjloknya harga logam mulia tersebut?

Sekadar informasi pada Selasa (16/4/2013), harga emas mengalami penurunan terbesar dalam 30 tahun terakhir, yang menggiring harga emas menyentuh level terendah dalam dua tahun.

Dalam sehari harga emas turun US$ 133,7 per ounce menjadi US$ 1.368 per ounce. Meski pada Rabu (17/4/2013) kemarin, emas berbalik naik (rebound) menjadi US$ 1.387,4 per ounce, namun harga logam pada hari ini turun lagi ke level US$ 1.382,7 per ounce di divisi COMEX New York Mercantile Exchange.

Ketua Umum Indonesian Mining Association (IMA) Martiono Hadianto menilai fluktuasi harga emas merupakan hal yang wajar karena dipengaruhi oleh pasokan dan permintaan emas secara global.

Bagi perusahaan-perusahaan tambang yang baik, lanjut dia, biasanya memiliki kontrak jangka panjang dengan para pihak pembeli. Untuk meminimalisir dampak turunnya harga, maka hal yang harus dilakukan perusahaan tersebut adalah fokus dalam mengelola biaya operasional.

"Fokus bagi perusahaan-perusahaan tersebut adalah tetap pada cost management yang sesuai dengan target produksi," jelas Martiono yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur PT Newmont Nusa Tenggara saat berbincang dengan Liputan6.com, Kamis (18/4/2013).

Sementara itu Presiden Sulliden Gold Corporation Ltd Justin Reid menuturkan penurunan harga emas akan membuat produsen menunda proyek-proyek baru dan memangkas belanja modal.

"Kondisi ini semakin menakutkan. Industri tambang akan mengevaluasi biaya, menekan alokasi biaya modal dan Anda akan melihat proyek-proyek baru akan ditangguhkan," ujar Reid seperti dikutip dari Fox Business.

Sulliden, yang memiliki proyek emas dan perak di utara Peru, tidak memiliki rencana untuk mereview target pertumbuhan perseroan karena rata-rata harga emas yang ditetapkan perseroan sekitar US$ 1.400 per ounce. "Kami tetap masih dapat keuntungan dengan harga emas di US$ 1.000 per ounce," katanya

No comments:

Post a Comment